Dusun Duwet

dwt

Gambaran Umum Dusun Duwet    

Dusun Duwet merupakan bagian dari Desa Pasekan. Dusun Duwet berada di pusat Desa karena merupakan pusat pemerintahan desa. Dengan luas wilayah 51,64 ha. Secara administrasi wilayah Dusun Duwet hanya 1 Rukun Tetangga/RT yaitu RT 001.

Penggunaan Lahan Dusun Duwet    

Di Dusun Duwet hampir 45 % atau 23,28 ha berupa permukiman, 55 % atau 28,42 ha berupa lahan pertanian . Hal ini menunjukan bahwa penggunaan lahan yang dominan adalah lahan permukiman.

Kependudukan Dusun Duwet    

Penduduk yang beraneka ragam dengan berbagai macam latar pendidikan, pekerjaan dan usia yang berbeda-beda. Berdasarkan data desa tahun 2018 jumlah penduduk mencapai 211 jiwa dan 65 KK. Dengan jumlah penduduk laki-laki 111 jiwa dan penduduk perempuan 100 jiwa.

Perekonomian Dusun Duwet   

Pertanian

Dusun Duwet  sebagian perekonomian berasal dari pertanian baik sawah maupun tegalan. Kawasan pertanian yang luasnya 28,42 ha. Merupakan lahan produktif/subur dengan jenis sawah tadah hujan. Sebagian besar warga memiliki lahan pertanian diluar wilayah Dusun Duwet. Sawah tadah hujan ini mempunyai kekurangan yaitu dalam sistem pengairan disebabkan mengandalkan air hujan untuk pengairan sawah tersebut. Sawah jenis ini hanya dapat panen dalam jangka waktu satu tahun sekali.

Industri rumah tangga

Keberadaan industri kecil rumah tangga membantu sektor perekonomian dan pendapatan masyarakat Dusun Duwet. Terdapat beberapa jenis industri rumah tangga di Dusun Duwet ini yaitu pengrajin tempe, serta makanan kecil.

Peternakan

Berdasarkan peta sebaran masyarakat Duwet sebagian mempunyai hewan ternak baik unggas, sapi dan kambing. Namun sebagian masih dalam skala kecil dan masih dengan menggunakan kandang milik pribadi yang terletak didekat rumah.

Perdagangan dan jasa

Sebagian kecil masyarakat Dusun Duwet memiliki usaha warung kelontong, jumlah warung kelontong sebanyak 3 buah serta usaha jual beli ternak. Dari bidang jasa ada beberapa orang yang menyewakan kendaraan karena tidak tersedianya akutan pedesaan.

Permukiman Dusun Duwet  

Permukiman warga belum tertata hal itu disebabkan karena kondisi wilayah yang berbukit sehingga terlihat kurang rapi, belum dimanfaatkan dan tumbuh secara alami.Tipologi bangunan rumah pada umumnya berlantai satu. Material pelingkup bangunan inti mayoritas menggunakan pasangan bata atau batako. bentuk atap didominasi oleh model limas, kampung dan pelana dengan materlial genting tanah liat. Beberapa rumah masih tergolong tidak layak huni, dikarenakan lantai masih berupa tanah, dinding sudah lapuk atau menggunakan material anyaman bambu belum mempunyai fasilitas MCK. Prosentase rumah tidak layak huni di Dusun Duwet     sebanyak 1.07% dari keseluruhan total jumlah rumah di Dusun.

Sistem sanitasi

Sebagian masyarakat masih menggunakan MCK yang layak dengan menggunakan WC tertutup serta menggunakan closet dan tidak ditemukan lagi BAB sembarangan.

Fasilitas Pendidikan

Dusun Duwet sediri tidak mempunyai fasilitas pendidikan formal. Yang ada di Dusun ini adalah pendidikan nonformal yaitu TPA yang dilaksanan tiap sore dan di asuh oleh seorang guru ngaji. Hal ini dimanfaatkan betul oleh warga Dusun Duwet   untuk mengenalkan pendidikan agama kepada anak sejak dini.

Ruang terbuka

Kebutuhan terhadap ruang terbuka hijau di Dusun Duwet telah tercukupi dari luas wilayah,yang terdiri dari pemakaman umum dan ruang terbuka privat (pekarangan rumah/kebun). Sebagai kebutuhan ruang bersama untuk berkumpul dan berinteraksi sementara ini hanya terdapat pada lapangan voli namun terkendala status tanah masih milik pribadi sehingga memerlukan ijin jika menggunakan lapangan tersebut untuk kegiatan.

Fasilitas Ibadah

Mayoritas penduduk di Dusun Duwet beragama Islam, sehingga fasilitas peribadatan yang dibutuhkan adalah masjid atau mushola. Terdapat satu masjid di RT 01 dan RT 09. Kondisi masjid  yang ada di Dusun Duwet cukup baik.

Fasilitas Keamanan

Dusun Duwet memiliki 2 pos kamling untuk melakukan ronda malam. Selain untuk menjaga keamanan pos ronda juga sebagai sarana berkumpul pada sore hari bagi sebagian kecil warga masyarakat khususnya bapak-bapak dan remaja laki-laki.

Kondisi jalan

Berdasarkan pengamatan di lapangan sebagian besar konstruksi jalan desa dan lingkungan rata-rata rabat beton yang secara umum kondisinya sedang sebagian kecil rusak dikarenakan sudah dibangun lama. Seluruh jalan yang berada di lingkungan Dusun Jatiarjo sudah berupa cor beton

Jaringan air bersih

Sumber utama air bersih di Dusun Duwet mayoritas masyarakatnya menggunakan sumur bor dangkal  dan sambungan langsung dari mata air. Untuk saat ini kebutuhan air bersih di Dusun Duwet tidak mengalami kendala

Demikian sekilas mengenai kondisi di Dusun Duwet    Desa Pasekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

Mengais Rejeki Dari Getah Pinus

PASEKAN – Beberapa orang warga Dusun Tanjungsari Desa Pasekan berprofesi sebagai penyadap getah pinus, rutinitas keluar masuk hutan sudah menjadi hal yang biasa. Aroma pohon pinus, getah pinus, embun pagi […]

Read More…

Kreatifitas Suparyanto (Mbah Penthul) dalam Melestarikan Kerajinan Wayang Golek

PASEKAN – Wayang golek merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia. Wayang golek mulanya berkembang di daerah Jawa Barat dan hanya diproduksi di Jawa Barat kini telah berkembang ke seluruh Nusantara, […]

Read More…

Yoga Cs Pembuat Sandal Jepit Menjadi Karya Seni Yang Menarik

PASEKAN – Sandal jepit adalah barang yang universal dan bisa dipakai oleh semua kalangan. Dulu, fungsi sandal jepit terbatas hanya sebagai alas kaki saja. Namun kini sandal jepit tidak hanya […]

Read More…

Kegiatan Bersumber Dari Dana Desa Tahap II Mulai di Kerjakan

PASEKAN –  Dana desa Tahap II Tahun Anggaran 2018 untuk Desa Pasekan dengan total nilai Rp 366.920.00,- telah dicairkan.  Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastuktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. […]

Read More…

Pembangunan Dengan DD Tahap 2 di Desa Pasekan Mencapai 50%

PASEKAN – Hingga 18 Juli 2018 pengerjaan pembangunan desa yang didanai dari dana desa tahap II telah mencapai 50%. Hal tersebut sesuai dengan harapan pemerintah desa, bahkan pencapaian tersebut lebih […]

Read More…