Gambaran Umum Dusun Beji
Dusun Beji merupakan bagian dari Desa Pasekan. Dusun Beji berada paling timur Desa. Dengan luas wilayah 70,9 ha. Secara administrasi wilayah Dusun Beji terdiri 2 Rukun Tetangga/RT yaitu RT 001 dan 002. Dusun Beji juga terdapat embung yang berfungsiuntu perikanan dan pertanian
Penggunaan Lahan Dusun Beji
Di Dusun Beji hampir 45 % atau 31,9 ha berupa permukiman, 55 % atau 38.9 ha berupa lahan pertanian. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan lahan yang dominan adalah lahan permukiman.
Kependudukan Dusun Beji
Penduduk yang beraneka ragam dengan berbagai macam latar pendidikan, pekerjaan dan usia yang berbeda-beda. Berdasarkan data desa tahun 2018 jumlah penduduk mencapai 341 jiwa dan 129 KK. Dengan jumlah penduduk laki-laki 168 jiwa dan penduduk perempuan 173 jiwa.
Perekonomian Dusun Beji
- Pertanian. Dusun Beji sebagian perekonomian berasal dari pertanian baik sawah maupun tegalan. Kawasan pertanian yang luasnya 38,9 ha. Merupakan lahan produktif/subur dengan jenis sawah tadah hujan. Sebagian besar warga memiliki lahan pertanian diluar wilayah Dusun Beji. Sawah tadah hujan ini mempunyai kekurangan yaitu dalam sistem pengairan disebabkan mengandalkan air hujan untuk pengairan sawah tersebut. Sawah jenis ini hanya dapat panen dalam jangka waktu satu tahun sekali.
- Industri rumah tangga. Keberadaan industri kecil rumah tangga membantu sektor perekonomian dan pendapatan masyarakat Dusun Beji. Terdapat beberapa jenis industri rumah tangga di Dusun Beji ini yaitu pengrajin tempe, serta makanan kecil.
- Peternakan. Berdasarkan peta sebaran masyarakat Beji sebagian mempunyai hewan ternak baik unggas, sapi dan kambing. Namun sebagian masih dalam skala kecil dan masih dengan menggunakan kandang milik pribadi yang terletak didekat rumah.
- Perdagangan dan jasa, Sebagian kecil masyarakat Dusun Beji memiliki usaha warung kelontong, jumlah warung kelontong sebanyak 2 buah serta usaha jual beli ternak.
Permukiman Dusun Beji
Permukiman warga tumbuh alami di wilayah berbukit sehingga kurang tertata, dengan tipologi rumah satu lantai berbahan bata/batako dan atap genteng tanah liat. Meskipun demikian, masih terdapat sekitar 1% rumah tidak layak huni (kurang MCK, lantai tanah, atau dinding lapuk).