Gambaran Umum Dusun Jatiharjo
Dusun Jatiharjo merupakan bagian dari Desa Pasekan. Dusun Jatiharjo berada di pusat Desa karena merupakan pusat pemerintahan desa. Dengan luas wilayah 48.98 ha. Secara administrasi wilayah Dusun Jatiharjo terbagi menjadi 2 Rukun Tetangga/RT yaitu RT 001, 002. Dusun jatiharjo juga terdapat kampung KB dengan Kampung KB Raharjo yang dicanangkan oleh Bapak Bupati pada tahun 2017
Penggunaan Lahan Dusun Jatiharjo
Di Dusun Jatiharjo hampir 65 % atau 31.94 ha berupa permukiman, 35 % atau 17.14 ha berupa lahan pertanian. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan lahan yang dominan adalah lahan permukiman.
Kependudukan Dusun Jatiharjo
Penduduk yang beraneka ragam dengan berbagai macam latar pendidikan, pekerjaan dan usia yang berbeda-beda. Berdasarkan data desa tahun 2018 jumlah penduduk mencapai 353 jiwa dan 125 KK. Dengan jumlah penduduk laki-laki 161 jiwa dan penduduk perempuan 192 jiwa.
Perekonomian Dusun Jatiharjo
Pertanian
Dusun Jatiharjo sebagian perekonomian berasal dari pertanian baik sawah maupun tegalan. Kawasan pertanian yang luasnya 17.14 ha. Merupakan lahan produktif/subur dengan jenis sawah. Sebagian besar warga memiliki lahan pertanian diluar wilayah Dusun Jatiharjo.
Industri rumah tangga
Keberadaan industri kecil rumah tangga membantu sektor perekonomian dan pendapatan masyarakat Dusun Jatiharjo. Terdapat beberapa jenis industri rumah tangga di Dusun Jatiharjo ini yaitu pengrajin tempe, warung makan serta makanan kecil.
Peternakan
Berdasarkan peta sebaran masyarakat Jatiharjo sebagian mempunyai hewan ternak baik unggas, sapi dan kambing. Namun sebagian masih dalam skala kecil dan masih dengan menggunakan kandang milik pribadi yang terletak didekat rumah.
perdagangan dan jasa
Sebagian kecil masyarakat Dusun Jatiharjo memiliki usha warung kelontong, warung makan serta usaha jual beli hasil pertanian. Dari bidang jasa ada beberapa orang yang menyewakan kendaraan karena tidak tersedianya akutan pedesaan.
Permukiman Dusun Jatiharjo
Permukiman di Dusun Jatiharjo tumbuh alami di wilayah dataran tinggi, ditandai dengan bangunan satu lantai berbahan bata/batako dengan atap limas, kampung, atau pelana. Meskipun mayoritas permanen, terdapat sekitar 1% rumah tidak layak huni (berlantai tanah/anyaman bambu) yang belum memiliki fasilitas MCK.
Paeto
15 April 2026 15:56:30
Semoga desa Pasekan terus maju...