WONOGIRI – Pemerintah Desa Pasekan menggelar kegiatan penyuluhan dan sosialisasi manajemen pemeliharaan ayam petelur bagi warga dan kelompok tani setempat pada Rabu (23/9). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pasekan ini dibiayai langsung menggunakan anggaran Dana Desa, sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk penguatan ketahanan pangan nabati dan hewani di tingkat desa.
Kepala Desa Pasekan dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menciptakan sumber pangan mandiri sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga warga. Dengan memanfaatkan Dana Desa, pemdes berkomitmen memberikan pembekalan hulu hingga hilir agar masyarakat mampu mengelola peternakan secara produktif.
"Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan karbohidrat, tetapi juga kecukupan protein warga. Melalui budidaya ayam petelur yang didanai oleh Dana Desa ini, kami ingin masyarakat Pasekan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu memproduksi telur sendiri untuk memenuhi gizi keluarga dan menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya di hadapan para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Pemdes Pasekan menghadirkan penyuluh peternakan profesional untuk memberikan pembekalan materi yang komprehensif. Fokus utama penyuluhan meliputi empat aspek krusial dalam budidaya ayam petelur:
-
Pemilihan Bibit Unggul (Pullet): Cara memilih bibit ayam siap bertelur yang sehat dan seragam agar masa produksi harian berjalan optimal.
-
Manajemen Pakan dan Nutrisi: Formulasi pakan yang kaya kalsium dan protein untuk memastikan kualitas cangkang telur kokoh dan produktivitasnya stabil.
-
Sistem Kandang dan Biosekuriti: Penerapan sanitasi ketat dan kebersihan lingkungan kandang guna mencegah timbulnya bau dan penularan penyakit.
-
Kesehatan dan Vaksinasi: Edukasi mengenai jadwal pemberian vaksinasi dan vitamin berkala untuk mengantisipasi kematian ternak akibat cuaca ekstrem.
Selain pemaparan teori manajemen ternak, acara ini juga membedah analisis usaha sirkulasi keuangan peternakan skala rumah tangga. Warga diajarkan cara menghitung biaya pakan harian dibandingkan dengan hasil produksi telur agar usaha yang dirintis dapat berjalan berkelanjutan dan mendatangkan keuntungan konsisten.
Ketua Kelompok Tani Desa Pasekan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat pemerintah desa dalam mengalokasikan anggaran untuk sektor produktif ini.
"Kami sangat berterima kasih atas fasilitasi dari Pemerintah Desa Pasekan. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa dengan pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran, masyarakat bisa didorong untuk mandiri pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ungkapnya.
Melalui program ketahanan pangan yang terukur dan berkelanjutan ini, Pemerintah Desa Pasekan optimistis dapat menekan angka tengkes (stunting) melalui pemenuhan gizi telur, sekaligus memperkuat pilar ekonomi masyarakat desa secara mandiri.