PASEKAN – Wayang golek merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang sangat ikonik. Meski mulanya berkembang pesat di Jawa Barat, kini seni pembuatan wayang golek telah meluas ke berbagai penjuru Nusantara, termasuk di Desa Pasekan.
Di desa ini, terdapat seorang pengrajin terampil bernama Suparyanto, atau yang lebih akrab disapa Mbah Penthul. Beliau telah menekuni seni pembuatan wayang golek sejak tahun 1975. Karya-karyanya dikenal luar biasa karena kemampuannya menghasilkan detail yang sangat presisi dan menyerupai objek aslinya.
Dalam proses produksinya, Mbah Penthul memilih kayu pule sebagai bahan baku utama. Alasan utamanya adalah karena tekstur kayu pule yang mudah dipahat namun tetap memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan jamur.
Jangkauan Pasar dan Harga:
- Pasar Internasional: Karya beliau pernah dipesan hingga ke Jepang dan Amerika Serikat.
- Produk Lain: Selain wayang golek, beliau juga melayani pembuatan patung, topeng, dan suvenir.
- Estimasi Harga:
- Wayang Golek: Rp350.000 hingga jutaan rupiah.
- Topeng: Rp300.000 hingga jutaan rupiah.
Tidak hanya mahir dalam seni kriya (kerajinan tangan), Mbah Penthul juga merupakan seorang dalang. Setiap Minggu malam, beliau rutin menggelar pementasan wayang golek di Dusun Tanjungsari, Desa Pasekan. Pementasan ini melibatkan masyarakat setempat sebagai waranggono (penyanyi) dan nayaga (pemain musik). Uniknya, lakon yang dibawakan sering kali mengusung tema kritik sosial sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat.
Melalui keahliannya, Mbah Penthul berharap Pemerintah Kabupaten Wonogiri dapat memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian kesenian ini. Beliau bercita-cita agar wayang golek di Desa Pasekan dapat dijadikan produk wisata unggulan, baik dari sisi pertunjukan maupun edukasi proses pembuatannya.
Paeto
15 April 2026 15:56:30
Semoga desa Pasekan terus maju...