15 Oktober 2019 69 Kali
Pasekan - Sejak muncul dalam materi debat pilpres 2019, stunting sempat menjadi pembahasan banyak pihak dan menjadi permasalahan bangsa. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak tergolong stunting apabila lebih pendek dari standar umur anak sebayanya. 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Pada periode ini pertumbuhan otak yang cepat akan mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.
Wapres Jusuf Kalla dalam suatu kesempatan pernah menyampaikan, “Stunting itu kerdil fisik dan otak.” Balita dan/atau bayi dibawah usia dua tahun (Baduta) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Artinya 1 dari 3 balita Indonesia menderita stunting. Padahal 2030 – 2040 Indonesia diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi (jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif). Jika stunting dibiarkan maka bonus demografi akan menjadi sia – sia. Bukannya menambah nilai daya saing bangsa tapi justru akan menjadi beban di masa mendatang. Secara luas stunting akan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan.
Menurut data sebaran penduduk di Indonesia, sebagian besar balita tinggal dan hidup di desa. Sehingga bisa diambil asumsi bahwa potensi pertumbuhan stunting berada di desa. Demikian pula untuk pencegahan dan penanganannya. Dengan adanya kewenangan dan anggaran yang diberikan oleh UU Desa, maka peluang menjadi sangat terbuka untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting dimulai dari desa. Anggapan bahwa stunting adalah urusan kesehatan (atau dinas kesehatan) adalah keliru besar. Karena penyebab stunting bukan hanya faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan balita. Tetapi juga kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Juga kurangnya akses kepada makanan bergizi, air bersih dan sanitasi. Sehingga dukungan dari sektor lain diluar kesehatan menjadi penting. Sehingga muncullah konvergensi pencegahan stunting, sebagai upaya intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting.
Lantas apa yang harus disiapkan dan dilakukan oleh pemerintah desa? Pada tahun 2019 semua desa di Kabupaten Wonogiri telah terdapat Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang telah dilatih melalui Program Inovasi Desa (PID). KPM berfungsi sebagai motor penggerak dalam monitoring dan fasilitasi konvergensi penanganan stunting. Bersinergi dengan dinas terkait, pemerintah desa memiliki kewenangan besar untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting. Peraturan Menteri Desa PDTT nomor 11/ 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 mempertegas dan merincikannya dalam beberapa kegiatan. Untuk mempermudah pemahaman setiap pelaku konvergensi di desa kegiatan tersebut dikelompokkan dalam 5 paket layanan yag pertama adalah Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, kedua Integrasi Konseling Gizi, ketiga Air bersih dan sanitasi, keempat Perlindungan Sosial dan kelima Layanan PAUD. Adapun contoh kegiatannya dijabarkan pada tabel dibawah ini.
Pepatah Afrika mengatakan, " it takes a village to raise a child ". Terjemahan bebasnya, untuk membesarkan satu anak butuh peran serta seluruh masyarakat desa. Demikian pula terkait pencegahan stunting, perlu dilakukan secara bersama – sama. Secara sesarengan. Karena masalah stunting sejatinya bukan hanya masalah penderita ataupun keluarganya saja. Bukan hanya untuk menyelamatkan penderitanya saja, tetapi untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Karena mencegah stunting adalah bagian dari upaya menyelamatkan generasi.
Ditulis oleh:
Satyagraha, TA Pembangunan Partisipatif pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Wonogiri
Untuk artikel ini
Optimalkan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan, Pemdes Pasekan Gelar Penyuluhan Budidaya Ayam Petelur
date_range 23 September 2026
favorite 15 Kali
Meningkatkan Kesadaran Adminduk PKK Kecamatan Eromoko Mengadakan Sosialisasi Program Genduk PKK Wonogiri
date_range 27 April 2026
favorite 284 Kali
Proses pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD)
date_range 15 April 2026
favorite 229 Kali
Perancangan desain Feeding Hopper Conveyor
date_range 11 Februari 2025
favorite 170 Kali
Digital Smart Education: Bijak dalam Menggunakan Gadget untuk Anak SMP
date_range 11 Februari 2025
favorite 185 Kali
Menjadi Solusi Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Membuat Rancangan TPS 3R di Desa Pasekan, Wonogiri
date_range 11 Februari 2025
favorite 273 Kali
Perancangan Desain Robot Penanam Benih Jagung Berbasis Arduino Uno Berskala Rumah Tangga
date_range 11 Februari 2025
favorite 164 Kali
Meningkatkan Kesadaran Adminduk PKK Kecamatan Eromoko Mengadakan Sosialisasi Program Genduk PKK Wonogiri
date_range 27 April 2026
favorite 284 Kali
Menjadi Solusi Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Membuat Rancangan TPS 3R di Desa Pasekan, Wonogiri
date_range 11 Februari 2025
favorite 273 Kali
Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan Perencanaan Desain 3D dan Anggaran Biaya Gedung Lapangan Badminton Desa Pasekan Dusun Jatiharjo
date_range 11 Februari 2025
favorite 254 Kali
Hebat Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan Redesain Taman Bermain Bangunan KB Siwi Peni Desa Pasekan Dusun Jatiharjo
date_range 11 Februari 2025
favorite 231 Kali
Proses pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD)
date_range 15 April 2026
favorite 229 Kali
Digital Smart Education: Bijak dalam Menggunakan Gadget untuk Anak SMP
date_range 11 Februari 2025
favorite 185 Kali
Perancangan desain Feeding Hopper Conveyor
date_range 11 Februari 2025
favorite 170 Kali
Ibu Retno Danang Erawanto Memberi Pembinaan TP-PKK Desa Pasekan
date_range 16 April 2018
favorite 119 Kali
Penyampaian Visi Misi Kepala Desa Pasekan Berlangsung Lancar
date_range 19 September 2019
favorite 112 Kali
SMK Gajah Mungkur I Wuryantoro Mengadakan Bazar di Desa Pasekan
date_range 13 Mei 2018
favorite 115 Kali
Tingkatkan Literasi Gizi Seimbang, Mahasiswa KKN Undip Baca Cerita Bersama Siswa dan Siswi SDN 2 Pasekan
date_range 11 Februari 2025
favorite 137 Kali
Digital Smart Education: Bijak dalam Menggunakan Gadget untuk Anak SMP
date_range 11 Februari 2025
favorite 185 Kali
Setan Merah Raih Trofi Pasekan Cup 2019
date_range 29 Juni 2019
favorite 118 Kali
Antusias Peserta Pungut Sampah Di HaPe Luar Biasa
date_range 20 September 2019
favorite 121 Kali
Lokasi : Desa Pasekan
Koordinat : -7.9445853593,110.7906728258
Diperbarui 13-10-2026 13:16:05
| Hari Ini, 13 Oktober 2026 | |||
13:00![]() Cerah 31°C |
16:00![]() Cerah 27°C |
19:00![]() Cerah 25°C |
22:00![]() Cerah 24°C |
| Besok, 14 Oktober 2026 | |||
01:00![]() Cerah 22°C |
04:00![]() Cerah 22°C |
07:00![]() Cerah 28°C |
10:00![]() Cerah 33°C |
13:00![]() Cerah 31°C |
16:00![]() Cerah 26°C |
19:00![]() Cerah 24°C |
22:00![]() Cerah 24°C |
| Lusa, 15 Oktober 2026 | |||
01:00![]() Cerah 23°C |
04:00![]() Cerah 22°C |
07:00![]() Cerah 28°C |
10:00![]() Cerah 33°C |
13:00![]() Cerah 31°C |
16:00![]() Cerah 26°C |
19:00![]() Cerah 24°C |
22:00![]() Cerah 24°C |
Sumber : BMKG | Tema DeNatra
| Hari ini | : | 116 |
| Kemarin | : | 0 |
| Total Pengunjung | : | 45.383 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.7 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
Senin |
08:00:00 | 15:00:00 |
Selasa |
08:00:00 | 15:00:00 |
Rabu |
08:00:00 | 15:00:00 |
Kamis |
08:00:00 | 15:00:00 |
Jumat |
08:00:00 | 11:00:00 |
Sabtu |
Libur | |
Minggu |
Libur | |
Sumber : BMKG | Tema DeNatra
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran